Ketika Noh Alam Shah dan Zulkifli Menangis, They are Legend!

Assalammualaikumm
Malam semuanya! Pada sehat semuanya kan? Alhamdulillah deh, w jadi ikut senang.

Dari sejak lahir adalah Aremania, yeah w lahir dikota kembang asal Malang, tepatnya tgl 3 Oktober. Disana semua kenal yg namanya Arema. Sebuah club mandiri asal indonesia yg dana nya bukan dari dana rakyat APBD, biasanya club Indonesia yg memakai dana APBD merupakan club yg namanya berawal kata ”PER” Persija, Persib, Persela dll. Loyalitas, yg sangat besar tertanam di club itu, banyak pemain sukses dan lahir disana. Ex. Emanuel Serge, Mbamba, Pato Morales, Meiga, Bustomi, dan masih banyak lagi. Loyalitas mereka tak ada yg bisa diragukan, mereka main dengan hati dan emosional akan semangat birunya Tribun. Semua bernyanyi semua beraksi demi satu nama AREMA.

Dari sekian banyak club, kini telah tercontreng dengan lamanya kisruh PSSI yg tak kunjung selesai, dari jamannya Nurdin kita belum mendapat juara, tapi kita dapat sejarah dan rekor baru. Ya! Semua sudah tau rekor yg dicetak Indonesia, walopun itu semua bukan merupakan rekor yg baik. Dari sisi kesalahan, jelas PSSI yg patut di salahkan dan dimintai pertanggung jwaban. Tau lah kenapa?? Karena PSSI punya anggapan yg mereka pikir itu paling benar! Kuputusan Paling Benar! Paling Kaya!!. Yeaaa, secara analisis ku Pribadi yg kaya itu lebih penting dari kepentingan bersama akan pengabdian. Ini fakta! Selain akibat yg diatas, juga banyak nya Club yg menjadi Pecah karena terdpatanya 2 liga Di Indonesia. Seperti Arema Indonesia.

Arema indonesia, yg jelas2 tim besar tak ingin untuk dipecah, atmosfer tribun yg sangat menyatu tak mungkin dipisahkan. THIS IS AREMA!

Setelah terpuruk akan posisinya karena Dualisme tsbt, akhirnya tepat tanggal (25/04/2012) kami bersatu lagi! Dan ingin melihat Arema yg sesungguhnya dimata Dunia!. Rabu, ya hari rabu merupakan hari kita bertemu dengan ”musuh” Persib. Entah siapa yg mulai yg jelas, dimata mereka (Admin & Bbotot) kita adalah musuh!. Yea, perlu kalian ketahui Aremania cinta dgn namnya The Jak! Dan sayang the Jak sudah sangat membenci Ciking & Bobotot. Mereka selalu menjelek2kan Arema maupun The Jak, dan otomatis kita pasti kirim lagu balik ke mereka.

Dengan petandingan ini, atmosfer Kanjuruhan sangat peka! Peka akan birunya stadion yg memenui Kanjuruhan. Setiap penjuru stadion diisi oleh kaos biru milik aremania. Dengan keadaan ini, aremania berharap merusak mental permainan Persib yg notabene merupakan gudangnya pemain pemain top Indonesia. ” Huuuuuuuuuuuu” suara lantunan ketika Skuad Persib memasuki lapangan untuk melakukan Pemanasan sebelum main. Berbeda dgn Noh Alam Shah, zulkifli dan Marcio (mantan pemain arema) ikut masuk ke skuad line Up. Masuknya zulkifli dan marcio disambut positif oleh para pemain arema, karena akan memanaskan permainan sore itu. Marcio Souza, dia memang penyelamat kami di putaran pertama, 8 Gol dia cetak buat Arema. Tapi tidak mempengaruhi posisi Arema yg masuk ke jurangnya degradasi. Apa pantas Club sebesar ini masuk degradasi??. Dengan sikapnya yg melenceng, dan jauh dari kata pemain profesional, membuat para Aremania emosi dengan perlakuannya saat main. Sangat wajar ketika Spanduk bergambar Marcio di bakar di sebelah Utara Stadion.

Aremania itu manusia yg punya rasa frustasi sama dengan orang orang biasa, yea bahkan kami punya lebih bahkan. Kemarin kami sempat dibuluti rasa frustasi yg amat teramat sangat. Kami diberi sifat frustasi oleh mantan pemain Arema, Marcio Souza. Dengan perlakuannya yg sangat tidak profesional oleh karena itu kami bakar spanduk itu dengan rasa yakin dan tak ada rasa penyesalan.

Tapi, perlakuan berbeda ditunjukan aremania kepada NAS dan Zulkifli. Kami respect penuh atas kerja keras nya akan champion musim 2009/2010. Memang sempat ada aremania yg membuat spanduk ” Marcio – Along sampah” tapi, setelah 93 menit berlalu, Arema unggul 2-1 atas persib. “Terima kasih, terima kasih. Terima kasih Noh
Alam Shah. Terima kasih, terima kasih. Terima
kasih Noh Alam Shah. Terima kasih, terima kasih.
Terima kasih Zulkifli Syukur. Terima kasih, terima
kasih. Terima kasih Zulkifli Syukur,”
lantunan penyemangat Aremanania untuk 2 nawak itu.

Akhirnya, mereka menghapiri aremania yg dibawah papan skor. Dan langsung di hampiri para aremania yg pada turun dibwah stadion, ratusan aremania semua menghampirinya dan membuat Noh Alam Shah dan Zulkifli Syukur tak kuat menahan haru atas penghormatan Aremania kepadanya.
526247_294795233935859_125149177567133_674034_225893607_n_2.jpg
Tampak Zulkifli menundukan kepalang (kiri) dan Noh Alam Shah yg sedang menahan tangisnya (kanan)
311.jpg
Zulkifli tampak sangat tertunduk lesu akan kisah dalam karirnya.
36-mewek-maneh.jpg
Noh alam Shah yg sangat terharu ketika aremnia menyebut dalam nyanyinya.
000001941.jpg

Yaitulah kami, suporter yg selalu ada untuk kalian, aksi yg menawan tanpa adanya pengeklaiman. Jelek tapi disegani sebutan pas buat aksi kami. Thx NAS thx Zul! Salam Satu Jiwa! Tetap bangga jadi Aremania.

Wassalammualaikumm

Baca Artikel HOT lainya!

2 thoughts on “Ketika Noh Alam Shah dan Zulkifli Menangis, They are Legend!

  1. Respect…
    You’re the Legend Noh AlamSyah & Zulkify Syukur.
    Terima kasih atas jasa kalian…
    Salam Satu Jiwa.

    Saya berharap mereka membaca ini…
    12.3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s